Dia adalah salah satu peserta Aksi Bela Islam II yang menjadi korban tembakan brutal aparat.

Namanya Arya Yayi Dewanto, usia 19 tahun, Mahasiswa Universitas Asy-Syafi'iyyah Jati Waringin Jakarta, rumah tinggalnya di Cibubur.

Saat terjadi tembakan Gas Air Mata dan Peluru Karet yang membabi buta dari aparat, AYD kena Gas Air Mata, dan pada saat yang sama dia sempat melihat sesuatu yang meluncur berputar sangat cepat dan keras menghantam matanya, ia pun jatuh tumbang dan tidak sadarkan diri. Lalu diselamatkan oleh Peserta Aksi yang lainnya dan dilarikan ke RSCM.

AYD mengalami cedera serius di mata kanan, kulit di atas dan di bawah mata terluka, bola hitam matanya berdarah, sehingga harus dioperasi selama 5 jam.

Pasca operasi penglihatan mata kanan AYD turun drastis, dan mengalami gangguan tekanan bola mata, dari semula 6/6 menjadi 1/6, sehingga sampai saat ini hanya bisa melihat bayangan jari pemeriksa dengan samar-samar. Di samping rasa sakit di mata masih sangat terasa.

AYD masih dirawat, dan rencananya akan kembali dioperasi.

Tim Medis GNPF MUI yang dipimpin oleh Dr.Soleh Assegaf bersama Ketua RS Budhi Kemuliaan masih terus memantau kondisi AYD, sekaligus memberi bantuan dana dari GNPF MUI untuk biaya pengobatan.

Semoga AYD diberi kesembuhan, dan penglihatannya bisa kembali seperti semula.

Ayo ..., doakan dan bantu AYD.

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top