Setelah berhasil pengkondisian opini bahwa HMI adalah "Provokator", kemudian pembusukan citra HMI di tengah publik via penyebaran foto para Aktivis HMI yang sedang bentrok dengan aparat di depan istana.

Akhirnya, SEKJEN HMI diciduk dan ditangkap aparat.

Para Aktivis HMI bukan Provokator, mereka hanya anak bangsa yang marah akibat Kitab Suci mereka dinodai. Dan kemarahan mereka bertambah ketika Presiden lari dari Istana tidak mau menerima Habaib dan Ulama serta Tokoh Aksi Bela Islam. Namun demikian, mereka masih bisa ditahan dan ditenangkan oleh Laskar FPI sebagai Satgas GNPF-MUI.

Akhirnya kemarahan mereka pun memuncak saat aparat secara membabi buta menembakkan Gas Air Mata dan Peluru Karet, serta memukul dengan pentungan, juga menggunakan kendaraan menabrak serta menggilas massa, hingga para Habaib dan Ulama serta Tokoh Aksi Bela Islam yang sedang dzikir dan do’a bersama Umat Islam jadi korban kebrutalan aparat.

Ayo ... BEBASKAN MAHASISWA & TANGKAP AHOK ... !!!

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top