Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...


PERNYATAAN IBNU TAIMIYAH

Ketua Umum PBNU, Prof.DR.KH. Said Agil Siraj (SAS), mengutip pernyataan Ibnu Taimiyah yg berbunyi :

" إن الله يقيم الدولة العادلة وإن كانت كافرة ولا يقيم الدولة الظالمة وإن كانت مسلمة " .

"Sesungguhnya Allah menguatkan suatu negeri yg adil walau pun itu negeri kafir. Dan Allah tidak akan menguatkan suatu negeri yg zalim walau pun itu negeri muslim".

Selanjutnya dia mengutip juga pernyataan Ibnu Taimiyah yang lainnya :

" الدنيا تدوم مع العدل والكفر ولاتدوم مع الظلم والإسلام " .

"Dunia akan langgeng bersama keadilan dan kekufuran, dan tidak langgeng bersama kezoliman dan keislaman".

KESIMPULAN & FATWA SAS

Pernyataan Ibnu Taimiyah yag pertama di atas oleh SAS diterjemahkan sebagai berikut : "Sesungguhnya Allah menguatkan suatu negeri yang adil walau pun dipimpin kafir. Dan Allah tidak akan menguatkan suatu negeri yang zalim walau pun dipimpin muslim."

Lalu SAS memahami dari pernyataan yang kedua sebagai berikut : "Sesungguhnya tidak ada artinya keislaman bersama kezaliman."

Selanjutnya SAS menyimpulkan : "Sesungguhnya Pemimpin Kafir yang adil lebih baik daripada Pemimpin Muslim yang zalim".

Dan akhirnya SAS pun memfatwakan : "Sesungguhnya orang kafir boleh memimpin umat Islam".

Itulah sebabnya, SAS mendukung AHOK yang kafir memimpin Jakarta yang mayoritas muslim, serta menggadang-gadang HARY TANOE yang juga kafir "kampanye" di berbagai masjid dan pesantren untuk ke depan memimpin Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di Dunia.

Dan SAS memastikan bahwa kedua kafir tersebut ADIL, sehingga para pengikut SAS tidak ragu menyambut kedatangan AHOK dan HARY TANOE dengan nasyid "Thola'al Badru 'Alainaa" yang dahulu dikumandangkan para Shahabat yang mulia saat menyambut kedatangan hijrah manusia termulia Nabi SAW ke Madinah.

KOREKSI TERHADAP SAS

Disini perlu dijelaskan bahwa apa yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyah dengan apa yang disimpulkan SAS sangat berbanding terbalik. Kesimpulan SAS jauh dari kebenaran syar'i, karena :

1. Bahwa ANDAIKATA benar maksud pernyataan Ibnu Taimiyah seperti yang disimpulkan SAS, maka tetap tidak boleh dijadikan DALIL, karena Ibnu Taimiyah tidak MA'SHUM, apalagi pernyataan tersebut bertentangan dengan AL-QUR'AN dan AS-SUNNAH serta AL-IJMA'. (http://www.habibrizieq.com/2014/09/dalil-quran-tentang-haramnya-orang.html).

2. Bahwa Ibnu Taimiyah TIDAK PERNAH memfatwakan bahwa orang kafir boleh memimpin umat Islam.

3. Bahwa Ibnu Taimiyah sedang menegaskan tentang pentingnya KEADILAN dan bahayanya KEZALIMAN untuk umat manusia, apa pun agamanya, bukan membenarkan KEKAFIRAN di atas KEISLAMAN.

4. Bahwa Ibnu Taimiyah menegaskan tentang keindahan KEADILAN walau ditegakkan oleh orang kafir, bukan keindahan KEKAFIRAN. 

5. Bahwa Ibnu Taimiyah menegaskan tentang kejelekan KEZALIMAN walau dilakukan oleh muslim, bukan kejelekan ISLAM.

6. Bahwa Ibnu Taimiyah sedang memberi jawaban tentang FAKTA adanya negara kafir yang sejahtera karena penegakan keadilan, dan tentang FAKTA adanya negara muslim yang tidak sejahtera karena adanya kezaliman, bukan membenarkan negeri muslim dipimpin oleh orang kafir.

7. Bahwa Ibnu Taimiyah sedang menjelaskan bahwa Allah menyukai KEADILAN datang dari siapa pun, dan membenci KEZALIMAN datang dari siapa pun.

8. Bahwa SAS telah keliru dalam menterjemahkan pernyataan Ibnu Taimiya, sehingga "walau pun negara kafir" diartikan "walau pun dipimpin kafir", dan "walau pun negeri muslim" diartikan "walau pun dipimpin muslim".

9. Bahwa SAS juga telah keliru dalam mengambil kesimpulan, sehingga "Keindahan Keadilan walau bersama kekafiran" dimafhumkan sebagai "Keindahan Kekafiran".

10. Bahwa SAS pun telah keliru dalam mengambil kesimpulan, sehingga "Kejelekan Kezaliman walau bersama keislaman" dimafhumkan sebagai "Kejelekan Islam".

11. Bahwa memastikan Ahok adil bertolak belakang dengan FAKTA Ahok gusur masjid dan melarang Qurban, menyetujui legalisasi Miras dan Judi, mengusulkan pembangunan apartemen Prostitusi, bahkan terlibat korupsi sesuai laporan BPK.

12. Bahwa memastikan Hary Tanoe adil juga bertentangan dengan FAKTA Hary Tanoe adalah sponsor Miss World di Bali sebagai Kontes Ma'siat Dunia. Belum lagi ada persoalan hukum "perampasan" aset TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) yang melibatkannya.

13. Bahwa pernyataan "Lebih baik Pemimpin Kafir asal adil daripada Pemimpin Muslim tapi zalim" adalah PENDANGKALAN AQIDAH, karena nanti ada wanita muslimah ikut menyimpulkan "Kalau begitu, lebih baik punya suami kafir asal setia daripada punya suami muslim tapi khianat", dan bisa jadi ada pemuda muslim ikut menyimpulkan juga "Kalau begitu, lebih baik jadi orang kafir asal kaya raya daripada jadi orang Islam tapi miskin melarat."

14. Bahwa pernyataan "Lebih baik Pemimpin Kafir asal adil daripada Pemimpin Muslim tapi zalim" adalah PEMBODOHAN UMAT, karena ingn memberikan kesan seolah pemimpin kafir itu bagus semua, sedang pemimpin muslim jelek semua. Padahal, pemimpin muslim yang baik banyak sekali, dan tidak sedikit pemimpin kafir yang jahat sekali.
(http://www.habibrizieq.com/2015/06/cina-kafir-menzalimi-cina-muslim.html)

15. Bahwa pernyataan "Lebih baik Pemimpin Kafir asal adil daripada Pemimpin Muslim tapi zalim" adalah TIDAK ILMIAH, karena perbandingan yang tidak "Aple to Aple" yaitu perbandingan yang tidak sehat karena tidak seimbang. Membandingkan Si Adil dengan Si Zalim sama saja dengan membandingkan harumnya Durian dengan baunya Kotoran. Mestinya, Adil dibandingkan dengan Adil, dan Zalim dbandingkan dengan Zalim. Kini Pertanyaannya : Mana lebih baik antara Pemimpin Muslim Adil dengan Pemimpin Kafir Adil ?  Dan mana lebih jelek antara Pemimpin Muslim Zalim dengan Pemimpin Kafir Zalim ? (http://www.habibrizieq.com/2015/01/propaganda.html).

KESIMPULAN

SAS telah GAGAL PAHAM terhadap pernyataan Ibnu Taimiyah, sehingga mengantarkan kepada GAGAL SIKAP dan GAGAL FATWA.


Wallaahul Muwaffiq ilaa Aqwamith Thoriiq ...

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top