ZINDIQ & TAMU KAFIR

Tamu Kafir yang datang ke tempat muslim tentu harus disambut dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya, dan mesti dijaga kehormatannya, serta dilindungi keamanannya, bahkan silakan dijamu dengan jamuan istimewa, dan silakan juga diberi kesempatan bicara yang tidak langgar aqidah dan syariat Islam.
Namun tidak boleh berlebihan dengan menyambutnya pakai Hadhroh sambil melantunkan "Thola'al Badru 'Alainaa", lalu muslimin dan muslimat disuruh berebut cium tangannya, kemudian dipersilakan ceramah dalam Masjid. Apalagi sampai dikampanyekan untuk menjadi pemimpin kaum muslimin di negeri mayoritas muslim.
Itu namanya bukan toleransi, bukan pula menghormati tamu, tapi itulah yang disebut ZINDIQ.

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top