Ada gerakan rasis fasis berbahaya di Kalimantan yang menunggangi sentimen kesukuan untuk memecah belah bangsa Indonesia di pulau Borneo tersebut.

Peristiwa Sambas pada tahun 1999 dan Sampit pada tahun 2001 sudah cukup jadi bukti konkrit tentang adanya gerakan rasis dan fasis berbahaya tersebut. Bahkan telah muncul situs-situs provokatif yang menyerukan kemerdekan Borneo dari NKRI.

Itulah sebabnya kedatangan Pimpinan FPI di Palangkaraya pada tanggal 19 Desember 2013 disambut dengan Aksi Anarkis massa yang menyerbu Bandara Cilik Riwut dengan tujuan membunuh Imam Besar FPI dan pengurus FPI lainnya. Aksi tersebut digerakkan oleh Gubernurnya yang kafir saat itu, karena takut kedatangan FPI justru akan membongkar kedok gerakan tersebut.

Bahkan pada Maret 2012 di Pontianak ada Aksi Anarkis yang digerakkan oleh Gubernur Kalbar yang juga kafir untuk mensweeping Imam Besar FPI yang sedang safari da'wah disana. Akhirnya terjadi perang di tengah kota Pontianak antara umat Islam Kalimantan dengan Preman Kristen yang diprovokasi.

Oleh sebab itu, seluruh Kalimantan harus dipimpin oleh Gubernur Muslim yang setia kepada agama, bangsa dan negara.

GUBERNUR MUSLIM KALIMANTAN TENGAH MENANG

Pasangan Calon Gubenur dan Wakil Gubernur Kalteng nomor urut 1, Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Said Ismail (Sohib), dipastikan keluar sebagai pemenang pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2016.

Berdasarkan hasil real count resmi KPU yang sudah menyelesaikan perhitungan 100 persen, Minggu (31/1/2016), pasangan Sugianto Sabran-Habib Said unggul atas rivalnya, pasangan nomor urut 2, DR Ir Willy Midel Yoseph dan Drs HM Wahyudi K Anwar (Wibawa).

Hasil akhir real count KPU, perolehan suara Sohib sebesar 518154 Suara (51,50%), sedangkan pasangan Wibawa memperoleh 487916 Suara (48,50%). Pasangan Sohib unggul sebanyak 30.238 suara (3%) atas pasangan Wibawa.

Pasangan Sohib unggul di 9 kabupaten, dari 14 kabupaten/kota di Kalteng. Antara lain Barito Selatan, Barito Utara, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Pulang Pisau, Seruyan, dan Sukamara.

Sedangkan pasangan Wibawa unggul di lima kabupaten/kota yakni, Barito Timur, Gunung Mas, Katingan, Kota Palangkaraya, dan Murung Raya.

Seperti diketahui pasangan SOHIB diusung oleh Partai Gerindra dan didukung oleh PAN, PKB, PPP, Partai Demokrat dan Golkar. Sementara pasangan WIBAWA diusung oleh PDIP dan didukung oleh Hanura dan PKPI.

GUBERNUR MUSLIM KALIMANTAN UTARA MENANG

Sementara itu, di Kalimantan Utara (Kaltara), pada Selasa (26/1/2016), KPU Kaltara menetapkan kepala daerah terpilih Provinsi Kalimantan Utara pasca Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) yang diajukan pasangan calon Jusuf SK-Marthin Billa melalui kuasa hukumnya.

KPU Kaltara menetapkan pasangan calon Gubernur Muslim Irianto Lambrie-Udin Hianggio menjadi gubernur terpilih di Gedung Bandiklat Bulungan, Jalan Agathis, Tanjung Selor.

KPU mengumumkan hasil Pilkada Gubernur Provinsi Kaltara yang dilaksanakan dalam Pilkada serentak 9 Desember lalu. Pasangan Jusuf SK - Marthin Billa meraih 127.184 suara, sedangkan pasangan Gubernur Muslim Irianto Lambrie-Udin Hianggio meraih 143.592 suara. 

Pada waktu itu, Sabtu (19/12/2015), kelompok pendukung pasangan Jusuf SK-Marthin Billa yang tidak terima pasangan gubernurnya kalah, mengamuk dan membakar kantor gubernur serta beberapa mobil dinas berplat merah yang diparkir digedung.

Beruntung, aksi anarkhisme pendukung Jusuf Sk-Marthin Billa ini langsung bisa tangani polisi. Ratusan preman yang bertindak brutal langsung disikat dan diamankan polisi.

Kaltara sendiri merupakan provinsi termuda di Indonesia. Pada 22 April nanti, provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini baru akan merayakan hari jadinya yang ke-3 tahun.

Ayo … Rebut kembali Kepemimpinan Islam di semua wilayah mayoritas Muslim, termasuk DKI JAKARTA.

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top