APA KATA MEREKA TENTANG PERISTIWA PURWAKARTA :

1. Prof. DR. Didin Hafiduddin :  Tokoh Ulama Jabar, Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA):

"Kemusyrikan bukan Adat Sunda, karena Adat Sunda identik dengan Islam".

2. KH Anwar Sanusi : Tokoh Ulama Jabar, Ketua Dewan Pembina Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (BKMI) :

"Tidak ada yang salah dengan ceramah Habib Rizieq".

3. KH. M. Husni Thamrin : Tokoh Ulama Jabar, Pendiri dan Pembina Ponpes Al-Ihya dan Yayasan Pendidikan Insan Kamil - Bogor :

"Habib Rizieq tidak salah, tidak perlu minta maaf."

4. KH. Tengku Zulkarnain : Wasekjen MUI PUSAT

"Pantaslah ulama di daerah beliau melakukan koreksi dan teguran. Sebagai orang Islam awam dia harus mendengar ucapan ulama."

5. KH. Ma'shum Hasan : Pimpinan Ponpes Al-Huda Al-Utsmaniyah Cikole - Ciamis :

“Si Dedi sedang mencari popularitas untuk pencalonan jadi Gubernur Jabar. Tapi nampaknya dia sedang “bunuh diri” dengan menggunakan cara ini”

6. KH. Ahmad Qurthubi Jailani : Pimpinan Ponpes Al-Futuhiyyah Lebak - Banten :

“Dedi Mulyadi menyebarkan kesyirikan dengan kemasan budaya. Memang betul itu budaya Sunda, tapi Sunda Jahiliyah atau Sunda wiwitan. Penyebaran kesyirikan ini wajib dilawan.

7. Habib Abdurrahman Bahlega Assegaf : Pimpinan Ponpes Ihyaus Sunnah Pasuruan - Jatim

“Itu (praktek yang dilakukan Dedi) hanyalah kedok cinta budaya. Intinya (tujuannya) hanyalah untuk menolak Islam.”

8. Ust. Fahmi Salim : Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI)

“Islamlah yang telah mengangkat derajat suku-suku Nusantara kepada derajat ilmu dan peradaban yang sangat tinggi. Jangan kita malah mundur ke belakang menghinakan diri sendiri setelah dimuliakan oleh Allah Swt.”

10. Ustadz Abdullah Aziz, Pengasuh Ponpes Albarokah, Serang Banten.

“Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang didukung AMS telah mencampur adukan adat budaya Sunda dengan budaya Hindu yang bikin sesat dan musyrik masyarakat, ini harus ditindak lanjuti untuk menyelamatkan umat Islam di Purwakarta dan sekitarnya.”

11. KH. Bahruddin Zen, Pengasuh Ponpes Ghordul Fawaid Walmawaidz, Tangerang.

“Kami dari kota Tangerang,walaupun berada di luar Purwakarta mendukung penuh pencabutan mandat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang sengaja atau tidak sengaja membawa masyarakat Purwakarta kembali ke zaman batu (berhala)”

12. KH. Rosyid, Pengasuh Ponpes BNQ Bani Hamim Kadupinang Pandeglang

“Siapapun yang bersikukuh dengan kemusyrikanya, bahkan menghidupkan, menyebarkan dan mendukung kemusyrikan adalah musuh kita semua kaum muslimin muwahhidin”

13. Ustd Nofal Abdurrohman, Pengasuh Ponpes Bani Rahman Al-ittihaad dan Majlis Ta'lim At-taqwa Sumur-Ujung kulon Pandeglang Banten

“Saya tegaskan untuk umat Islam di Purwakarta..LAWAN KEMUNKARAN dan PENISTAAN terhadap Islam yang dilakukan Dedi Mulyadi selaku pemimpin perusak Aqidah..!!!”

14. KH. Zaid Bachmid, Ketua Bidang Dakwah Al-Irsyad

“Apa yang disampaikan Habib Rizieq di Purwakarta itu sudah sangat tepat. Sejarah Purwakarta adalah Islam bukan Hindu. Jika ada satu ulama yang dipojokkan karena menyampaikan yang haq, maka seluruh ulama wajib membela.”

15. KH Maman Abdurrahman, Ketua Umum Persatuan Islam (Persis)

“Yang tidak sesuai ditinggalkan, untuk apa meramaikan hal-hal kayak begitu. Saya tidak setuju yang dibesar-besarkan kok adat kebiasaan, padahal di situ berbau syirik."

16. Ustad. Soleh Mahmoed (Solmed), Da’i Kondang

“Saya mendengar langsung ceramah Habib Rizieq Syihab dari salam (awal) sampai salam (akhir). Saya menangkap pesan dari ceramah yang Beliau sampaikan bahwa yang dimaksud “Campur Racun” itu adalah ketika Adat dibenturkan dengan Syari’at, Sehingga menjadi tidak indah lagi dilihat dan tidak lagi nikmat dirasa, saya yakin tidak ada niat Beliau untuk melecehkan Adat seperti yang disangkakan oleh beberapa pihak.”

17. KH. Cholil Ridwan, Ketua Majelis Ulama Indonesia
“Saya anjurkan beliau (Dedi Mulyadi, red) sadar dan bertaubat, kemudian dia ngaji tauhid. Kembangkanlah budaya-budaya yang tidak bertentangan dengan akidah dan syariat,"

19. Kyai Abdurrasyid Syafii, Pimpinan Perguruan  Asy-Syafi’iyyah Jakarta dan Pulo Air – Sukabumi Jawa Barat

“Dedi Mulyadi yang mengaku muslim dan sudah haji itu sebenarnya adalah ahlul bid'ah dan syirik.  Dia mengkultuskan Ratu Roro Kidul. Mempercayai kekuatan ratu Laut Selatan adalah suatu kemusyrikan.  Lalu apa hubungan Dedi dengan Laut Selatan sedangkan dia adalah Bupati Purwakarta yang tidak ada hubungan dengan laut Selatan?”

20. KH. Maulana Yusuf Kamal, Musytasyar PBNU

“Umat Islam jangan cepat percaya apapun yang diberitakan di televisi (media, red) tentang Habib Rizieq. Jangan terpancing kata mereka yang menyebut bahwa Habib Rizieq telah menghina adat, harus tabayyun dulu. Assalamu’alaikum itu ibadah, sedang Sampurasun itu adat, maka tidak bisa adat menggantikan ibadah.”

21. KH. Abdulbasit, Pimpinan Ponpes KH. Zaenal Mustofa, Singaparna, Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya dan Syuriah NU Tasikmalaya.

“Itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Rasul itu kan datang untuk meniadakan kemusyrikan. Sedang itu (yang dilakukan Dedi Mulyadi, red) kesannya malah ingin menghidupkan kerawanan musyrik. Lagi pula, perlu dipertanyakan apa betul (membuat patung-patung, red) itu bagian dari tradisi Sunda? Kalau tradisi Sunda seperti itu, mungkin di Sunda banyak patung-patung peninggalan, buktinya kan nggak ada.”

22. KH. Nurul Mubin, Pimpinan Ponpes Annajiyah Gobras Tasikmalaya.

“Adat yang bertentangan hukum syariat Islam itu harus ditolak, harus kita luruskan, bahkan harus kita perangi.”

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top