Surabaya - Puluhan ribu umat Islam tumplek blek di halaman utama Tugu Pahlawan, Surabaya, memperingati malam Tahun Baru Islam 1437 H pada Selasa (13/10/2015) malam.

Para jamaah sholawat Nabi Muhammad SAW yang biasa disebut Syecher Mania tersebut menghadiri acara Surabaya Bersholawat ke-3, bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Ketua Panitia Surabaya Bersholawat ke-3, Habib Muhammad Al-Jufri mengatakan, acara tahunan yang digelar oleh Al-Khairiyah dan Robithah Alawiyah ini untuk merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 Hijriyah dan peringatan Hari Jadi ke-70 Pemprov Jatim.

Sejumlah Habaib tampak hadir. seperti Ketua Umum Pimpinan Pusat Robithah Alawiyah Habib Zein bin Sumaith, Pimpinan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan Habib Taufiq Assegaf, Imam FPI Jawa Timur Hanib Abdurrahman Bahlega Assegaf, Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab, serta para Habaib lainnya dari berbagai wilayah di Jatim.

Hadir juga Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftakhul Akhyar dan Kiai Sepuh NU KH Sholeh Qosim, serta Pimpinan Pesantren Banyu Anyar Pamekasan Madura KH Muhammad Rafi'i Baidhowi.

Tak ketinggalan juga kehadiran para pejabat, mulai Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan pejabat terkait lain di Jatim dan Surabaya.

Surabaya Bersholawat dibuka dengan bacaan doa awal tahun yang dipimpin oleh Ketua Umum Robithah Alawiyah Habib Zein. Setelah itu, dilanjutkan shalawat Nabi yang dipimpin oleh Habib Syech.

Sejumlah lagu sholawat dengan iringan musik hadrah langsung disenandungkan, mulai Syi'iran NU, Padang Bulan, dan dua lagu gubahan Habib Rizieq yang dipopulerkan Habib Syeikh, yaitu Kisah Rasul dan Medan Juang Islam, serta berbagai lagu shalawat lainnya.

Puluhan ribu jamaah sholawat Nabi, khususnya Syecher Mania langsung dalam balutan doa dan puja-puji kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

ALIRAN NUSANTARA

Tampil memberikan tausiah, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab. Beliau mengangkat tema Aliran Nusantara yang akhir-akhir ini ramai menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Habib Rizieq mengungkapkan apa itu Aliran Nusantara, maksud dan tujuannya serta siapa yang mengusungnya. Menurut beliau, Aliran Nusantara adalah propaganda Liberal dengan wajah baru, memanfaatkan isu Local Wisdom atau Kearifan Lokal, yang ingin mengadu domba antara Syariat dengan Adat, dan antara Arab dan bukan Arab.

“Ada segelintir tokoh di Indonesia yang mengatakan ‘Islam itu agama pendatang dari Arab, bukan agama Pribumi. Karena itu, Islam harus dipribumikan, Islam harus di Indonesiakan’ Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.” Kata Habib mengawali tausiahnya.

Habib menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Islam bukan agama Arab, tapi Dinun Samawi, yaitu Agama yang diturunkan dari Langit, datang dari Allah. Pertama kali diturunkan ke Arab, untuk disebarkan ke seluruh suku bangsa.

Pada kesimpulan akhir, Habib Rizieq menggaris bawahi bahwa Aliran Nusantara bukan sekedar menyerang Arab, tapi sebenarnya ingin menyerang Islam.

Tausiyah Habib Rizieq mendapat sambutan hangat para Syeikher Mania yang tidak lain dan tidak bukan merupakan kalangan akar rumput NU yang setia kepada ASWAJA. Gemuruh Takbir terus menggema mengiringi setiap pernyataan Habib Rizieq di atas mimbar.

REKOR IKLAN TERPANJANG TV9

Semua rangkaian acara Surabaya Bersholawat ke-3 ini disiarkan secara langsung oleh TV9 Nusantara, Televisi lokal milik NU Jawa Timur. Televisi yang punya slogan “Santun Menyejukkan” ini memang setiap tahunnya selalu menyiarkan secara langsung acara Surabaya Bersholawat.

Namun, ada hal janggal yang terjadi ketika Habib Rizieq baru saja menyampaikan tausyiahnya. Tiba-tiba siaran live TV9 berganti menjadi iklan. Tidak tanggung-tanggung, durasi iklan yang ditayangkan memakan waktu lebih dari 30 menit. Materi iklan yang samapun terus diulang berkali-kali. Penayangan iklan baru selesai ketika tausiah Habib Rizieq juga selesai.

Tak pelak, penayangan iklan yang dinilai tidak wajar ini menimbulkan tanda tanya masyarakat. Mereka yang tidak hadir di lokasi namun ingin menyimak tausiah Habib Rizieq terpaksa harus kecewa.

Dikonfirmasi, Direktur TV9 Hakim Jayli, mengatakan pemotongan ceramah Habib Rizieq dengan iklan panjang itu memang disengaja, dan bukan karena ada kendala teknis.

Menurutnya, TV9 punya standar penyiaran sendiri. Moto televisinya adalah Santun menyejukkan. Lebih lanjut, Hakim berkilah, Ceramah Habib Rizieq tidak sesuai dengan standar penyiaran mereka.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat jika keputusan untuk memotong siaran langsung ceramah Habib Rizieq ini dengan iklan panjang.

“Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.” Pungkasnya.

TANGGAPAN HABIB RIZIEQ

Habib Rizieq sendiri setelah tahu bahwa ceramahnya tidak ditayangkan TV9 menanggapi santai : "Mana mau mereka tayangkan, wong TV9 itu corong Aliran Nusantara alias ANUS."

Selanjutnya Habib Rizieq menegaskan : "Justru saya sangat bersyukur ceramah saya tidak disiarkan TV murahan yang tidak sesuai dengan standar Islam, sekaligus saya bahagia karena tanpa susah payah akhirnya umat Islam tahu siapa mereka di balik TV itu, dan apa serta bagaimana perilaku mereka. Alhamdulillaah ... "

Tim News FPI

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top