Bendera Palestina untuk pertama kalinya resmi berkibar di markas besar Perserikat Bangsa Bangsa (PBB) Rabu (30/09) tengah hari waktu setempat atau tepat Kamis (01/10) pukul 00.00 WIB.

Pengibaran bendera ini hanya beberapa saat dilakukan setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas berpidato pada Majelis Umum PBB. Abbas menyampaikan pidato ini menjelang seremoni pengibaran bendera Palestina untuk pertama kalinya di badan dunia itu, bersama dengan 193 negara anggota PBB.

Palestina layak mendapatkan status keanggotaan penuh dan pengakuan penuh sebagai negara di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), kata Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Majelis Umum PBB, Rabu pagi waktu AS atau Rabu tengah malam WIB ini.

Sekjen PBB Ban Ki-moon berdiri berdampingan dengan Abbas, menyaksikan seremoni pengibaran bendera Palestina di Rose Garden. 

Langkah ini mendapat dukungan banyak negara, namun ditentang oleh penjajah Israel dan Amerika Serikat. Wakil penjajah Israel yang bercokol di PBB, Ron Prosor menuduh, pengibaran bendera Palestina sebagai upaya untuk membajak PBB. Dia berdalih, satu-satunya jalan bagi Palestina agar bisa diakui sebagai negara merdeka, yakni melalui negosiasi-negosiasi dengan Israel.

Sebaliknya Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan adalah terserah kepada Majelis Umum PBB untuk mengibarkan bendera Palestina, tak peduli Israel menentangnya.

Pada 10 September lalu Majelis Umum PBB mendukung resolusi pengibaran bendera Palestina setelah 119 negara anggota PBB mendukungnya, 45 abstain dan delapan menentang, termasuk Australia, penjajah Israel dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, sebagian negara-negara Eropa, seperti Swedia, Portugal, Irlandia, Inggris, Prancis dan Spanyol secara demontratif menunjukkan dukungannya bagi kemerdekaan Palestina (Baca Selengkapnya >> http://www.habibrizieq.com/2015/01/palestina.html )

SERUAN IMAM BESAR FPI

Menanggapi perkembangan terkait Palestina ini, Habib Muhammad Rizieq Syihab, Imam Besar FPI menyatakan seruannya: 

"Ayo ..., terus kita berdoa dan berjuang untuk Kemerdekaan Palestina. Insya Allah, sebentar lagi umat Islam dari seluruh Dunia bisa Shalat di Masjidil Aqsha TANPA VISA ISRAEL dan tanpa diawasi TERORIS PENJAJAH ISRAEL, tapi hanya dengan VISA PALESTINA dan dijaga oleh TENTARA PALESTINA. Aamiiin ... !"

Tim News FPI

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top