Innaalillaahi wa innaa ilahi rooji’uun, dunia Islam kembali berduka. Musibah pada jamaah Haji kembali terjadi. Kali ini musibah terjadi di Mina. Ratusan orang meninggal dunia serta terluka akibat terinjak-injak ketika berjalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina, Kamis (24/09).

Tercatat ada 717 jamaah Haji meninggal dunia dan 863 jamaah yang terluka. Diantara para korban terdapat 4 orang berasal dari Indonesia. 3 meninggal dunia, dan 1 orang kritis.

Terkait hal ini, Raja Salman langsung menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi itu. Pemimpin tertinggi Arab Saudi itu segera memerintahkan aparat berwenang untuk meninjau manajemen haji.

”Kami telah menginstruksikan pihak berwenang untuk meninjau operasi untuk meningkatkan perbaikan di tingkat organisasi dan manajemen untuk memastikan bahwa para tamu Tuhan melakukan ritual yang nyaman dan mudah,” kata Raja Salman, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/9/2015).

PENYEBAB

Sementara itu, beredar beberapa spekulasi terkait penyebab terjadinya musibah ini. Spekulasi pertama karena adanya sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan.

Lain lagi versi pemerintah Iran. Kepala Organisasi Haji Iran, Said Ohadi menuduh penutupan beberapa jalur di Mina menjadi penyebab utama tragedi di wilayah tersebut. Ohadi menuturkan, dari lima jalur yang ada, hanya tiga yang dibuka.
  
Dirinya menutut pemerintah Arab Saudi untuk bertangung jawab atas insiden ini. ”Insiden hari ini menunjukkan salah urus dan kurangnya perhatian serius terhadap keselamatan jamaah. Tidak ada penjelasan lain. Para pejabat Saudi harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khalid al Falih, musibah Mina terjadi karena banyak jamaah haji yang tidak memperhatikan jadwal waktu pelaksanaan rukun haji. Dia menjelaskan bahwa pihak berwenang telah membuat jadwal waktu giliran pelaksanaan rukun haji untuk menghindari terjadinya musibah.

KORBAN WNI

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Riyadh, Sunarko mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tragedi Mina bertambah menjadi empat orang. Tiga diantaranya meninggal dunia, dan satu orang lainnya sedang kondisi kritis.

Sunako menuturkan, informasi mengenai identitas dan kondisi korban didapatkan setelah dirinya dan Menteri Agama dan Dirjen Haji melakukan kunjungan ke rumah sakit al-Jisr di Mina, yang diduga menjadi tempat dirawat atau disemayamkannya WNI yang jadi korban dalam insiden tersebut.

"Sampai pukul 16:00 waktu Arab Saudi, dapat diidentifikasi tiga WNI jemaah haji meninggal akibat musibah Mina, yaitu: (1) Hamid Atuwi (laki laki) asal Surabaya (2) Saiyah (perempuan) asal Batam (3) jemaah laki laki yang belum diketahui namanya, karena tidak ada gelang identitas di tangan, namun diketahui berasal dari Probolinggo," ucap Sunarko.

"Data Korban tersebut sedang di cek lebih lanjut di data haji. Sementara itu satu orang korban lagi dalam kondisi serius dan saat ini dirawat di RS Annur Mekkah," sambungnya, Kamis (24/9/2015).

TA’ZIYAH

Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq menyampaikan menyampaikan Ta'ziyah :

A'zhomallaahu Ajrokum wa Ahsanallaahu 'Azaakum wa Ghofarallaahu Li Amwaatikum wa Qodzafallaahu Fii Quluubikum Shobron Jamiilan ...

Allahummaghfir Lahum warhamhum wa 'Aafihim wa'fu 'anhum wa Akrim Nuzuulahum wa Wassi' Madkholahum ...

Allahumma Taqobbal minhum Jamii'a Shoolihaatihim wa Tajaawaz 'anhum Jamii'a Sayyi-aatihim ...

Waj'alhum Min Ahlil Khoir ...  wajma'hum ma'a Jamii'i Ahlil Khoir ... wab'atshum fii Zumroti Ahlil Khoir ... wa Anzil 'alaihim Kulla Khoir ... wadfa' 'anhum Kulla Dhoir ...

Bi Haqqi Sayyidinaa Muhammadin Imaami Ahlil Khoir ...


Wa Bi Sirril Faatihah ...

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top