Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

KRONOLOGIS

Bulan Mei 1914 : PKI didirikan oleh Tokoh Komunis Belanda, Henk Sneevliet bersama dengan 85 anggota dari dua Partai Sosialis Belanda : SDP dan SDAP,  dengan nama Indies Social Democratic Association, dalam Bahasa Belandanya : Indische Sociaal Democratische Vereeniging disingkat ISDV, yang pada mulanya merupakan Asosiasi Buruh di pelabuhan, dan berada dalam yuridksi Pemerintah Hindia Belanda.

Bulan Oktober 1915 : ISDV mendirikan Surat Kabar berbahasa Belanda ”Het Vrije Woord” artinya ”Kata yang Merdeka”, dengan editor Adolf Baars.

Tahun 1917 : Kelompok Reformis keluar dari ISDV dan membentuk Partai Demokrat Sosial Hindia, sedang ISDV terus bergerak dan menerbitkan koran berbahasa Indonesia ”Soeara Merdeka”.

Tahun 1917 : ISDV membentuk Blok Anti Kapitalis bersama Syarikat Islam, sehingga ISDV berhasil merekrut sejumlah anggota SI untuk ditarik ke ISDV, antara lain : Semaun (SI Surabaya) dan Darsono (SI Solo) serta Tan Malaka (SI Sumatra).

Tahun 1917 : ISDV membentuk DEWAN SOVIET yang berontak kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan Pemerintahan Komunis Hindia Belanda, meniru Revolusi Rusia, sehingga sejumlah Pimpinan ISDV ditangkap dan dipulangkan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke Belanda, termasuk Henk Sneevliet. Namun ISDV tidak dibubarkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. 

Bulan Mei 1920 : ISDV melalui Kongresnya di Semarang mengubah nama menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) dengan Ketua Semaun dan Wakil Ketua Darsono, serta tiga dari lima anggota Komitenya ada orang Belanda. Dan PKH pun resmi menjadi anggota Komunis Internasional (Komintern).   

Tahun 1921 : Henk Sneevliet mewakili PKH secara resmi dalam Kongres II Komunis Internasional.

Tahun 1921 : Syarikat Islam (SI) pecah kongsi dengan ISDV, dan kader-kader SI yang direkrut ISDV pun keluar dari SI, dan membentuk Syarikat Rakyat (SR) atau disebut juga SI Merah dipimpin Semaun, sedang Syarikat Islam disebut juag SI Hijau dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto.

Akhir tahun 1921 : ISDV melakukan pemogokan Buruh, sehingga Semaun dan Tan Malaka ditangkap, dan keduanya dibuang ke Rusia.

Bulan Mei 1922 : Semaun kembali dari Moskow – Rusia setelah selama 7 bulan dibuang kesana.

Tanggal 22 September 1922 : Semaun membentuk Serikat Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Persatuan Vakbonded Hindia).

Tahun 1924 : Kongres Komintern V menetapkan bahwa Komunis harus menguasai dan mengontrol seluruh Persatuan Buruh di Dunia, karena tidak mungkin ada revolusi yang sukses tanpa persatuan kelas buruh.

Tahun 1924 : PKH merubah nama jadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tahun 1925 : Dua Pimpinan PKI, Muso dan Alimin, menyerukan revolusi utuk menggulingkan Pemeritah Hindia Belanda yang berkuasa untuk menggantinya dengan Pemerintah Komunis Hindia Belanda.

Bulan November 1926 : PKI berontak terhadap Pemerintah Hindia Belanda untuk membentuk Pemerintah Komunis Hindia Belanda. Ribuan Buruh dan Petani dikorbankan PKI untuk memenuhi syahwat politik komunismenya, di antara mereka ada yang digantung dan ada yang dipenjara, serta ada juga yang dibuang ke Tanah Merah – Digul.

Tahun 1927 : Pemerintah Hindia Belanda membubarkan PKI dan menangkap para pimpinannya serta mebuangnya ke Moskow – Rusia. 

Tahun 1935 : Muso kembali dari Moskow untuk menata kembali Gerakan Bawah Tanah PKI di Indonesia.

Tahun 1936 : Muso kembali lagi ke Moskow dan dari Moskow mengontrol dan mengendalikan Gerakan Bawah Tanah PKI di Indonesia.

ANALISA DAN KESIMPULAN

1. PKI adalah orsospol yang murni pada mulanya merupakan bentukan para aktivis Partai Komunis Belanda yaitu : SDP dan SDAP, serta berada di bawah kontrol Pemerintah Hindia Belanda.

2. Pemberontakan PKI di tahun 1917 dan tahun 1926-1927 BUKAN UNTUK KEMERDEKAAN RI, tapi semata-mata hanya untuk membentuk Pemerintah Komunis Hindia Belanda.

3. Sejak PKI didirikan TIDAK ADA sedikit pun Kontribusi PKI dalam perjuangan Kemerdekaan RI.

4. Sejak awal berdiri PKI selalu mengeksploitasi BURUH dan TANI serta mengorbankan mereka dalam sepak terjangnya untuk mencapai tujuan-tujuan politik komunismenya. 

5. Kiblat Perjuangan PKI adalah UNI SOVIET, sehingga PKI tidak memiliki ruh KEBANGSAAN INDONESIA.

Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top