Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Setelah Lambang PKI dengan sengaja dimunculkan sejumlah pemuda di Kota Jember dan Kota Pamekasan secara berturut-turut pada hari Jum'at dan Sabtu, 14 dan 15 Agustus 2015. Kini, Logo PKI tersebut muncul kembali pada Perayaan HUT RI ke-70 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dan Kota Payakumbuh Sumbar.

PKI DI JAKARTA

Pada hari Senin 17 Agustus 2015 pagi telah ditemukan Logo PKI, gambar Palu Arit, di arena permainan Skate Board Teater Imax Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) - Jakarta.

Berdasarkan kesaksian David (23), seorang pelatih skate board, bahwa logo tersebut sudah lama dilihatnya. Ada rekaman video yang pernah dibuat David, gambar tersebut sudah ada sejak 28 Juli 2015. 

Namun Logo PKI yang dibuat dengan menggunakan cat semprot tersebut baru disadari keberadaannya pada 17 Agustus 2015 oleh seorang satpam TMII, Rusdi Musliman (45). 

Kepala Polsek Cipayung - Jakarta Timur, Komisaris Cecep Subagia mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus ini. "Siapa pelakunya masih kita cari karena orang di sekitar lokasi enggak ada yang tahu. Tapi, penyelidikan tetap kita lanjutkan," kata Cecep, saat dihubungi wartawan, Selasa (18/8/2015). 

Dari hasil pengecekan polisi di lokasi, gambar tersebut telah dihapus saat petugas datang. Namun Polisi tetap akan melanjutkan penyelidikannya, sebagaimana dihimpun beritanya oleh Kompas.com.

PKI DI SUMBAR

Pada hari Selasa, 18 Agustus 2015 Pemerintah Kota Payakumbuh - Sumatera Barat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 70.

Saat digelar pawai, Panitia HUT RI tersebut dengan sengaja menampilkan peserta yang membawa logo Palu Arit lambang PKI di tengah pawai HUT RI tersebut 

Alasan ditampilkannya lambang Palu Arit tersebut karena di antara tema yang diangkat panitia pada saat pawai kemerdekaan adalah partai peserta Pemilu Pertama tahun 1955.

Betulkah alasannya sesederhana itu ? 

WASPADA PKI

Tatkala PKI sedang jadi issue nasional sehingga menjadi sorotan masyarakat, maka alasan penampilan Logo PKI dalam Pawai HUT RI di Payakumbuh tersebut patut dipertanyakan.

Andaikata pun PKI tidak sedang jadi issue nasional, penampilan Logo PKI di tengah masyarakat tetap tidak boleh sembarangan.

Penampilan Logo PKI hanya boleh dalam proses pembelajaran masyarakat tentang PENGKHIANATAN dan KEBIADABAN PKI, seperti pembuatan Film Pengkhianatan G30S / PKI atau penerbitan cetakan atau buku
tentang sejarah KEZALIMAN PKI.

Imam Besar FPI, Hb. Muhammad Rizieq Syihab menyatakan di Jakarta : "Penampilan Logo PKI dalam Pawai HUT RI tidak bisa dibenarkan, karena melanggar TAP MPRS No XXV Tahun 1966 dan KUHP Pasal 107 a s/d e, sehingga aparat berkewajiban untuk memeriksanya."

Semoga Allah SWT menyelamatkan Bangsa dan Negara Indonesia dari Kebangkitan PKI. Aamiiin ...

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top