Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Terlepas dari aneka pengakuan para pengusung ISLAM NUSANTARA dengan beragam "Dalil Pembenaran" melalui makna Etimologi mau pun Terminologi, maka kita perlu melihat langsung fakta perilaku dan sikap para Tokoh Nasional yang representatif mewakili ISLAM NUSANTARA, sehingga kita bisa mengambil kesimpulan akurat tentang apa dan bagaimana ISLAM NUSANTARA yang mereka usung.

MENTERI AGAMA RI

Salah satu Tokoh Nasional yang paling getol kampanye ISLAM NUSANTARA adalah Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Setelah dilantik jadi Menag RI pada tanggal 9 Juni 2014 oleh Presiden SBY, bulan berikutnya pada tgl 24 Juli 2014, dia memposting di akun Twitternya bahwa BAHA-I adalah AGAMA yang masuk ke Indonesia pada 1878 dan telah diakui pemerintah sejak lama. Kemudian oleh sejumlah media, kicauan Lukman itu disebut sebagai peresmian agama baru, sehingga menjadi polemik.

( Baca : http://www.tribunnews.com/nasional/2014/07/26/menteri-agama-bahai-salah-satu-agama-yang-dilindungi-konstitusi )

Menag RI inilah yang secara rutin menggelar pengajian mingguan tentang ISLAM NUSANTARA di rumah dinasnya.

( Baca : http://www.mediasalam.com/2015/07/mau-tahu-tentang-islam-nusantara-hadiri.html )

Dia juga yang paling sibuk mensosialisasikan ISLAM NUSANTARA, mulai dari pagelaran Seminar hingga Lomba Karya Tulis tentang Islam Nusantara.

( Baca : http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/2814400751201959ntara.pdf )

Dia pun mengaku sebagai Inisiator Tilawatil Qur'an dengan Langgam Dalang Pewayangan saat peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Istana Presiden RI pada tanggal 15 Mei 2015.

( Baca : http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-penjelasan-menag-soal-tilawah-alquran-langgam-jawa-di-istana.html )

Dan saat menjelang Ramadhan 1436 H, pada tanggal 5 Juni 2015, Menag RI menyerukan agar umat Islam yang berpuasa menghormati mereka yang tidak berpuasa. Dalam akun Twitternya dia menulis : "Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati juga hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa."

( Baca : http://www.tribunnews.com/ramadan/2015/06/08/menteri-agama-hormati-yang-tak-puasa-warung-makan-boleh-buka-siang-hari-selama-ramadan )

Inikah Islam Nusantara yang digembar-gemborkan itu ... ???!!!

MENAG RI MAKAN BABI ???

Pimpinan Ponpes Al-Umm yang juga Ketua Majelis Syura DPP FPI, KH Syeikh Misbahul Anam At-Tijani bersama Pimpinan Ponpes An-Nur yang juga Ketua Umum DPP FPI, KH Ahmad Sobri Lubis, pernah menjadi peserta acara Pendidikan Hak Konstitusional Warga Negara dan Seminar Nasional Pendidikan Islam rahmatan lil'alamiin bagi pimpinan pesantren se-Indonesia, di Cisarua - Bogor tanggal 5 s/d 7 September 2014.

Acara tersebut diadakan atas kerjasama Mahkamah Konstitusi RI dan Kemenag RI, serta dihadiri lebih dari 100 (seratus) ulama pimpinan pesantren.

Dalam sambutannya, Menag Lukman Hakim Saifuddin bercerita bahwa dia pernah tugas di Papua dan mengikuti Tradisi BAKAR BATU.

Tradisi BAKAR BATU di Papua adalah tradisi membakar batu-batu hingga panas, lalu dimasukkan dalam lubang, di dasar lubang diletakkan daun pisang dan alang-alang atau sejenisnya, lalu diletakkan batu-batu panas, lalu daun pisang lagi, lalu di atasnya diletakkan DAGING BABI yang telah diiris / dipotong-potong, lalu ditutup lagi dengan daun dan alang-alang, lalu diletakkan lagi batu-batu panas, lalu daun pisang lagi, lalu di atasnya diletakkan sayuran, lalu ditutup daun dan alang-alang lagi hingga rapat, agar panas tidak keluar.

Caranya beragam, ada dengan susunan Sayuran, lalu Daging Babi, lalu Sayuran lagi, yang diseling dengan baru-batu panas dengan daun dan alang-alang. Bahkan ada juga Sayuran diletakkan langsung di atas Daging Babi.

Intinya, Daging Babi dan Sayuran sama-sama diletakkan dalam satu lubang untuk dipanaskan dengan batu-batu panas yang uap panas dan asap dari daun dan alang-alang ditutup rapat, sehingga seperti dalam tungku atau oven.

Tradisi BAKAR BATU di wilayah muslim tidak lagi dengan Daging Babi, tapi diganti dengan Daging Sapi atau Kambing atau Ayam.

Nah, Menag mengaku bahwa ia hadir dalam BAKAR BATU yang menggunakan DAGING BABI, tapi dalam cara tersebut ia hanya makan Sayurannya yang satu lubang dengan Daging Babi, tanpa makan Daging Babinya.

Kok bisa Menag RI yang muslim ikut dalam hidangan Bakar Batu dengan Babi ... ?!

Padahal, selama ini masyarakat Papua dikenal sangat toleran dalam menjamu umat Islam, sehingga biasanya Daging Babi mereka ganti dengan Daging Ayam untuk jamuan para tamu muslim dalam acara Bakar Batu.

Macam inikah Islam Nusantara yang diusung Menag ... ???!!!


Wallaahu A'lam ....

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top