Imam Besar FPI, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, menyoroti dengan sangat serius  Pernyataan Sikap Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Pdt. Dorman Wandikmbo, dari Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua tentang Peristiwa Idul Fithri Berdarah di Tolikara.

Imam Besar FPI menyatakan : "GIDI hanya sekedar prihatin dan menyesal serta minta maaf soal pembakaran kios, dan sama sekali TIDAK MINTA MAAF ATAS PEMBAKARAN MASJID, bahkan dengan tanpa punya rasa malu secara terang-terangan membela dan membenarkan apa yang dilakukan Gerombolan Kristen Radikal Perusuh, sekaligus berkelit tentang Larangan Pelaksanaan Shalat Idul Fithri dan Pelarangan Jilbab yang nyata-nyata dikeluarkan secara tertulis oleh GIDI pada tanggal 11 Juli 2015."

Lalu Habib Rizieq menyindir bahwa GIDI terinspirasi dengan celotehan Wakil Presiden JK : "GIDI pun bersembunyi di balik celotehan bodoh  JK bahwa itu hanya persoalan SPEAKER, padahal sejak dulu di Tolikara tak satu pun Masjid dan Musholla yang gunakan speaker karena memang dilarang, dan dalam Surat Edaran GIDI tertanggal 11 Juli 2015 pun tak disebutkan sama sekali soal speaker. Jangankan speaker, bahkan sudah sejak lama GIDI melarang pemasangan Papan Nama Masjid dan Musholla di seluruh wilayah Tolikara."

Selain itu, Habib Rizieq menepis upaya GIDI mengerdilkan masalah : "GIDI pun berusaha mengerdilkan masalah, dari Masjid jadi Musholla, dan dari pembakaran Masjid jadi pembakaran kios saja, serta dari Larangan Shalat Idul Fithri jadi Larangan Speaker, bahkan dari penyerang kini mengaku sebagai korban yang diserang aparat. Kemudian melemparkan kesalahan kepada aparat keamanan. Dasar tidak tahu diri !!!”

Selanjutnya Habib Rizieq memberi ultimatum : "Jika GIDI ngotot tidak mau meminta maaf secara terbuka dan tidak juga mau menyadari kesalahannya, maka saya serukan kepada segenap umat Islam untuk tutup semua GEREJA GIDI dan turunkan semua plank nama GIDI dimana pun di seluruh Nusantara, dan larang Jemaat GIDI menggunakan atribut kristen dalam bentuk apa pun, termasuk SALIB. Usir mereka dari setiap perkampungan muslim. Dan kejar para pentolan GIDI untuk diberi pelajaran agar mereka tahu arti NKRI, dan paham makna Bhinneka Tunggal Ika, serta mengerti ketegasan umat Islam saat diganggu dan dizalimi."

Akhirnya, Habib Rizieq mendesak Pemerintah, khusunya Mabes Polri, untuk segera memeriksa semua pengurus DPP GIDI, sehingga siapa terbukti bersalah harus langsung diproses secara hukum, hingga diadili dan dijatuhkan sanksi hukum yang seberat-beratnya.

Habib Rizieq juga mendorong PGI dan KWI serta Instansi Kekristenan yang lainnya untuk bekerja keras membina segenap umat Kristen mau pun Katholik di seluruh Indonesia agar mereka bisa menjadi warga Indonesia yang baik untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI.

Tim News FPI

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top