Hari ini, Senin 1 Juni 2015, Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) bersama Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) menggelar APEL dengan Long March dari HI ke DPRD DKI JKT. Aksi berjalan tertib, hanya saja semua Pimpinan DPRD "melarikan diri", padahal mereka telah diberitahu bahwa akan ada Aksi hari ini dengan Delegasi Ormas yang ingin bertemu mereka.

Ketua DPRD Prasestyo (PDIP) setelah dipanggil Jokowi langsung berubah sikap, yang semula mendukung Hak Menyampaikan Pendapat (HMP) lalu banting setir, tidak mau melanjutkan. Begitu juga Ketua Tim Angket Ongen Sangaji (Hanura) setelah dipanggil Wiranto, langsung tiarap. 

Para Pendekar KMP pun seperti Taufiq (Gerindra) dan Lulung (PPP) serta Sani (PKS), tidak kelihatan batang hidungnya.

Akhirnya, Delegasi diterima oleh Syarifuddin (Hanura) dan Johan Musawa (PAN), Kedua anggota dewan tersebut mengaku dengan tulus dan jujur bahwa mereka harus mengikuti arahan Partai, sehingga tidak banyak bisa berbuat apa pun tanpa restu partainya masing-masing. Namun, mereka berjanji akan menyampaikan aspirasi Delegasi kepada Pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab menyatakan dalam pertemuan tersebut :"Laporan Hasil Angket yang dibacakan saat Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta 6 April 2015 telah menyatakan bahwa Ahok telah terbukti melanggar UU dan Peraturan, serta Etika dan Sumpah Jabatan. Itu disaksikan oleh jutaan rakyat Indonesia, dan kini mereka semua menunggu sikap tegas DPRD DKI Jakarta terhadap pejabat publik yang sudah terbukti lakukan pelanggaran konstitusi. Karenanya, Anggota Dewan harus berani jadi WAKIL RAKYAT, jangan jadi JONGOS PARTAI."

Delegasi GMJ dalam pertemuan tersebut menyampaikan tuntutan agar Hak Angket segera dilanjutkan dengan Hak Menyampaikan Pendapat (HMP) sesuai peraturan perundang-undangan.

Selain itu, GMJ meminta agar HMP dilaksanakan melalui VOTING TERTUTUP agar setiap Anggota Dewan bisa lebih leluasa menyampaikan pendapatnya tanpa takut tekanan dan ancaman Bos Partainya.

Di hadapan ribuan pengunjuk rasa, dalam orasinya, Habib Rizieq, meminta kepada Jokowi dan Wiranto untuk menjunjung tinggi "Panca Sila", bukan "Panca Gila". 

Dan Habib Rizeq juga menyindir Prabowo agar ikut bertanggung-jawab dalam masalah Ahok, karena dialah yang membawa Ahok ke Jakarta. 

(Tim News FPI)

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top