HADRAMAUT, YAMAN – Front Mahasiswa Islam (FMI) Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Front Pembela Islam (FPI) Yaman, berhasil dibentuk dan dideklarasikan oleh DPLN FPI Yaman pada tanggal 21 Jumadil Ula 1436 atau bertepatan tanggal 12 Maret 2015, di kota Tarim – Hadramaut – Yaman. FMI DPLN Yaman dinyatakan sah dan resmi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FMI di Jakarta melalui surat keputusan yang dilayangkan akhir pada Februari lalu

Deklarasi dihadiri oleh banyak pengurus cabang organisasi Islam lainnya, Seperti Pengurus Cabang Internasional Nahdhatul Ulama (PCI NU) Yaman, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut, Forum Lingkar Pena (FLP) Hadhramaut, Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Universitas Al Ahgaaf, Komunitas Raudhoh Rasulillaah, serta undangan lainnya dari berbagai organisasi.

FMI adalah Sayap Juang Front Pembela Islam. Anggota FMI adalah para Mahasiswa FPI yang merupakan Laskar Intelektual yang disiapkan untuk menghadapi Al-Ghozwu Al-Fikri (Perang Pemikiran) yang kini makin meresahkan.

“FMI Yaman hadir untuk mengajak  dan merangkul  pelajar muslim Indonesia yang ada di Yaman khususnya, dan seluruh dunia umumnya untuk aktif mengkaji dan memahami secara mendalam atas ancaman besar terhadap umat Islam Ahlusunnah wal Jama’ah yang kini tengah dihadapkan aneka Al-Ghozwul Fikr yang meresahkan.” Terang Muhammad Hanif Abdurrahman Alattas, Ketua Majelis Tanfidzi DPLN Yaman dalam pidato sambutannya

“Diharapkan sepulangnya  ke tanah air, kita sudah siap untuk membentengi umat dari berbagai paham dan aliran yang berusaha memporak-porandakannya tatanan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah” Lanjut Muhammad Hanif berapi-api.

Tema yang akan dikaji FMI Yaman pada periode awal ini adalah seputar kebobrokan paham SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme). Selanjutnya, pembahasan lain yang juga akan menjadi konsern ke depan adalah tema-tema seputar permasalahan Kristenisasi, Wahabisme Takfiri, juga Syiah Rafidhi serta Syiah Ghulat.

Selain itu, tema besar yang akan selalu menjadi cita-cita dan tugas agung FMI Yaman adalah membumikan Syariat Islam dalam bingkai NKRI.

Kehadiran FMI di Yaman rupanya menarik banyak simpati para pelajar muslim yang kini tengah menimba ilmu di negeri seribu wali tersebut. Terbukti, dalam hitungan bulan saja, aneka kagiatan FMI banyak diikuti dan diapresiasi pelajar muslim di sana.

Setelah deklrasi, FMI Yaman berencana akan terus melanjutkan sosialisasi aneka kegiatan dan kajian-kajian yang dihasilkan, baik lewat lisan maupun tulisan di berbagai media. FMI Yaman juga akan mengajak para pelajar muslim di Yaman agar ikut andil dan peduli serta mempersiapkan diri menghadapi segala tantangan Al-Ghozwul Fikr yang menggerogoti umat Islam di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.

Selain di Yaman, FMI juga sedang dalam proses pembentukan di Mesir dan Malaysia lewat DPLN FPI di negara masing-masing.


(Tim News FPI/FMI DPLN FPI Yaman)

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top