Front Pembela Islam Malang, kemarin siang (27/2/2015) selepas sholat Jum’at menggelar aksi damai penggalangan dukungan masyarakat untuk pemerintah RI agar segera dan tidak ragu-ragu mengeksekusi mati para gembong narkoba. Aksi dilakukan di depan Masjid Jami’ Jalan Merdeka Barat Alun Alun kota Malang.

Mereka membentangkan spanduk besar yang memampang foto-foto bandar narkoba yang siap dieksekusi. Selain foto, juga terdapat tulisan “INDONESIA NEGARA BERDAULAT, TIDAK BUTUH INTERVENSI ASING, SEGERA HUKUM MATI BANDAR NARKOBA.”

Aksi penggalangan dukungan ini antusias diikuti masyarakat. Mereka sukarela membubuhkan tanda tangan di atas bentangan spanduk putih yang disiapkan laskar FPI. Di antara mereka yang ikut membubuhkan tanda tangan adalah kalangan pemuda, orang tua, ibu-ibu, sampai dengan para habaib. Terlihat pula ketua BNN Malang ikut membubuhkan tanda tangan.

Antusiasme masyarakat ini membuktikan bahwa mereka sudah sangat geram dengan para bandar narkoba itu. Masyarakat sudah resah dengan makin bebas dan maraknya peredaran narkoba. Mereka nampaknya sangat berharap, pemerintah segera mengambil tindakan tegas dengan memberikan hukuman mati.

Ustad Abdullah Md, selaku ketua FPI Malang dan koordinator aksi melaporkan kepada Kantor Berita FPI bahwa Aksi penggalangan dukungan semacam ini tidak hanya digelar di Malang, tapi juga serentak dilakukan DPW FPI lainnya di Jawa Timur. Tercatat FPI Pasuruan dan FPI Jember juga melakukan hal yang sama kemarin siang.

“Narkoba adalah musuh bersama semua eleman bangsa. Karena itu kita mendukung setiap upaya serius untuk menghancurkan narkoba. Aksi hari ini (kemarin, red) hanyalah salah satu bentuk dukungan kecil yang bisa kami lakukan.” Terang Ustad Abdullah Md kepada Tim News FPI.

“Pemerintah jangan pernah takut terhadap tekanan dari negara manapun, termasuk dari Australia, Brazil ataupun PBB sekalipun. Kita adalah negara berdaulat. Rakyat siap mendukung pemerintah. Karena itu, segera lakukan eksekusi, jangan ditunda-tunda.” Pungkas ketua FPI Malang itu.


Tims News FPI 

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top