Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang – Rembang KH. Muhammad Najih putra Tokoh Besar Dewan Mustasyar PBNU KH. Maimoen Zubair menyatakan bahwa pernyataan Ketum GP Anshor Nusron Wahid yang menjiplak ucapan Ahok bahwa Ayat Konstitusi di atas Ayat Suci mengandung KEKUFURAN. Beliau menilai pernyataan tersebut sangat gegabah dan ngawur. “Pernyataan tersebut jelas mengandung kekufuran, karena tidak mengakui relevansi Al-Qur’an”. Tegasnya kepada wartawan, Kamis 16 Oktober 2014.

Gus Najih menambahkan : “Hanya orang gila yang mampu mengeluarkan perkataan tersebut. Inilah salah satu didikan Gus Dur sang bapak pluralisme.” Rupanya Nusron, imbuh Gus Najih, tambah gila dan stres karena dipecat Golkar dan tidak jadi dilantik menjadi anggota DPR.

Sedang terkait pernyataan Sekjen PBNU Marsudi Syuhud tentang Islam rahmatan lil alamin tanpa kekerasan, maka Gus Najih minta agar Marsudi belajar sejarah lagi. “Dalam Islam pernah terjadi ketegasan dalam perjuangan Rasulullah SAW dan para Shahabatnya. Peristiwa Masjid Dhiror, Masjid yang dibangun atas prakarsa orang munafiq Abu Amir Ar-Rohib untuk menandingi Masjid Quba’. Sehingga keberadaan masjid ini sangat membahayakan, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT surat At-Taubah ayat 107 dan 108. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkan para shahabat untuk merusak dan membakarnya.”

Menurut beliau, begitu juga orang-orang yang mengetahui Sunnah Nabi SAW tidak akan mengingkari bahwa pada zaman Khulafa’ur Rosyidin juga terjadi semacam pembunuhan dan peperangan serta kekerasan : “Sayyidina Abu Bakar RA pernah membakar orang yang berbuat sodomi. Sayyidina Umar RA juga pernah membakar kedai khomr dan rumah mewahnya Sa’ad bin Abi Waqqos. Sayyidina Utsman RA pernah membakar mushaf yang bertentangan dengan lisan Quraisy. Sayyidina Ali RA juga pernah membakar Syiah Ghulat dan Khowarij.”

Lantas apa kata Gus Najih tentang FPI : “FPI menurut kami, dalam konteks ke-Indonesiaan sangat dibutuhkan, karena lemahnya penanganan pemerintah dalam memberantas kemaksiatan.” Menurut murid Alm. Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki ini, bahwa FPI menyadari kalau pemerintah mau konsisten memberantas kemunkaran dan kemaksiatan, serta memerangi orang-orang yang menodai ideologi Pancasila dan UU 45, dan merongrong kewibawaan NKRI, FPI tidak usah dibubarkan, dia akan bubar sendiri.

Lalu Gus Najih menambahkan : “FPI juga mengakui bahwa Islam mengutuk segala bentuk kekerasan, ekstrim, radikal, kamikaze. Andaikan terjadi kekerasan, itu di luar prosedur AD/ART FPI. Kalaupun terjadi pelanggaran dari anggota FPI, itu pun sudah ada sanksi dari FPI. Dan FPI pun mempersilahkan kepada pihak berwajib untuk memprosesnya.”

Sumber: KabarNet

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top