Insiden penyerangan sekelompok massa kepada masyarakat yang tengah melakukan ibadah di Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/5/2014), langsung disimpulkan pelakunya adalah anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh beberapa media online sekuler. Padahal pihak kepolisian sendiri dalam penyidikannya menegaskan bahwa pelaku kasus tersebut adalah ulah perorangan dan tidak ada kaitannya dengan ormas tertentu.

"Kami harapkan tidak mengait-ngaitkan peristiwa tersebut dengan keyakinan atau agama, ini perilaku perseorangan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyayangkan pemberiaan media-media sekuler tersebut yang tidak melakukan klarifikasi namun sudah langsung melakukan fitnah kepada FPI. Berikut klarifikasi dari Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Jumat (31/5/2014) :

Kejadian penyerangan di Sleman - Yogya lagi-lagi tanpa diklarifikasi terlebih dahulu, beberapa media online langsung menuduh FPI pelakunya, hanya karena penyerang berpakaian serba putih. Ternyata akhirnya jelas, bahwa itu dilakukan oleh warga sekitar tempat penyelenggaraan ibadah liar alias tanpa izin yang dianggap meresahkan warga sekitar. 
Pendetanya sudah klarifikasi di TV Kompas bahwa tidak ada anggota FPI. Andaikata ada angota FPI, seperti biasa semua Media Liberal niscaya akan berlomba secara terus menerus dan berulang-ulang serta gegap gempita menyiarkannya. 
Kepada segenap umat beragama kami serukan untuk selalu mematuhi aturan dalam membangun Tempat Ibadah secara tulus dan jujur agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Harap maklum. Terima Kasih.

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top