Genggong (SI ONLINE) - “Liberal ini sebagai virus pemikiran sangat membahayakan umat. Tingkat bahayanya seperti penyakit kanker stadium empat. Bisa mengancam keselamatan umat!” Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dihadapan sekitar sepuluh ribu hadirin yang memadati pelataran rumah pimpinan Pesantren Baitus Shalihin Gus Nunung sapaan akrab dari KH. Muhammad Hasan Ainul Yakin yang juga salah seorang pimpinan PP Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo Senin siang (19/11).

Para hadirin yang terdiri dari para alim ulama, habaib, asatidzah dan ustadzat serta masyarakat Genggong dan kota-kota sekitar di daerah Tapal Kuda yang hadir dalam Haul KH. Soleh Genggong ke XI sangat terkesima dengan penjelasan Habib Rizieq yang sangat runtut dan sistematis serta mudah dicerna dan mengasyikkan karena dikemas dengan retorika tanya jawab yang membangkitkan semangat juang warga NU yang menjadi tradisi keluarga Pesantren Genggong. Terlihat memberikan sambutan tuan rumah adalah pimpinan utama PP Zainul Hasan Genggong KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah yang juga Ketua PWNU Jawa Timur.

Habib Rizieq menguraikan secara sistematis bahwa virus liberal menyebabkan penyakit umat laksana penyakit kanker akut stadium empat karena virus liberal yang terdiri dari empat macam level virus ini (relativisme, skeptisisme, agnotisisme, atheisme) telah menimbulkan empat level penyakit pemikiran umat mulai dari penyakit pluralisme, sekularisme, materialisme, dan tahap keempatnya adalah rasionalisme. Pada tahap keempat ini manusia yang sudah terjangkit virus-virus liberal tersebut menyatakan sudah tidak butuh agama.

Habib Rizieq juga berhasil memukau dan membuka mata para hadirin tentang bahaya dan murtadnya pemikiran kaum liberal ini dengan mengemukakan sejumlah pernyataan yang membahayakan aqidah umat Islam dan berisi penghinaan kepada agama, Allah, Rasul-Nya dan Al Quran seperti yang terdapat dalam buku Fiqih Lintas Agama dan buku Lubang Hitam dalam Agama. Buku tersebut sudah dilaporkan oleh DPP FPI ke Mabes Polri, Kejaksaan Agung, dan berbagai pejabat tinggi terkait sejak tahun 2006 tapi sejauh ini belum ada tindakan apa-apa dan buku ini tetap beredar di pasaran.

Oleh karena itu, Habib Rizieq mengajak umat islam untuk mensikapi secara serius buku yang banyak menistakan agama Islam ini. Pelecehan terhadap Al Quran tidak bisa dibiarkan. Beliau tegaskan, tidak peduli habib, kyai, gus, atau organisasi Islam apapun tidak boleh dibiarkan melecehkan Al Quran, Allah dan Rasul-Nya. Mereka setatusnya murtad, harus diistitabah, diminta bertaubat. Kalau tidak mau ya dibunuh sesuai hadits Rasulullah saw.. Laskar atau siapapun umat Islam boleh melakukannya. Habib Rizieq bertanggung jawab dunia akhirat. Allahu Akbar!!!

Sumber: suara islam.com

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top